Jumat, 12 Februari 2021

Tugas ASJ 005 - INSTALASI DAN KONFIGURASI DNS SERVER PADA DEBIAN 10.6

INSTALASI DAN KONFIGURASI DNS SERVER PADA DEBIAN 10.6

1. Langkah pertama mulai debian yang sudah terinstal di VirtualBox lalu masuk ke user root atau username dan masukan password.

2. Konfigurasi IP address terlebih dahulu.

3. Kemudian kita install package apache2. Sebelumnya pastikan terlebih dahulu repository sudah mengarah ke DVD Binary 1

apt install apache2

jika ada pertanyaan y/n, tekan saja enter.

4. Jika sudah selesai, kita beralih ke komputer client.

5. 5. Buka web browser, kemudian ketikkan alamat IP address server, atau bisa juga dengan mengetikan nama domain dari DNS server jika sudah ada.

7. Selanjutnya kita coba mengubah tampilannya dengan mengedit file index.html
beralih ke komputer server lagi.

8. Masuk ke directori /var/www/html terlebih dahulu
cd /var/www/html.

9. Kemudian kita hapus file index.html yang sudah ada sebelumnya
rm index.html.

10. Selanjutnya kita buat lagi file index.html sesuai yang kita inginkan
nano index.html
Misalnya
<html>
<head>
<title>AndryTech</title>
</head>
<body>
Selamat datang di website AndryTech
</body>
</html>.

11. Restart service apache2 nya
service apache2 restart.

12. kita cek lagi di computer client. Dan bisa kita lihat bahwa tampilan web nya sudah berubah sesuai yang kita buat tadi.

Konfigurasi DNS server selesai, selanjutnya anda harus mencoba pada client yang sudah diinstal pada virtualbox disini saya menggunakan Windows 7 yang sudah saya setting adapter 1 nya sama dengan debian agar saling terkoneksi.

Selesai ^_^


Kamis, 28 Januari 2021

INSTALASI DAN KONFIGURASI WEB SERVER PADA DEBIAN 10.6

 CARA KONFIGURASI WEB SERVER 10

1.) Login ke debian dengan menggunakan user root

2.) Kemudian konfigurasi IP address terlebih dahulu pada server debian dengan mengetikkan perintah nano /etc/network/interfaces
3.) Kemudian tulis konfigurasi seperti di bawah ini
 The primary network interface
auto enp0s3
iface enp0s3 inet static
    address 192.168.10.1
    netmask 255.255.255.0

jika sudah selesai konfigurasi simpan dengan menekan tombol Ctrl+O dan keluar konfigurasi dengan menekan tombol Ctrl+X.
4.) Kemudian jangan lupa untuk merestart konfigurasi IP address dengan mengetikkan perintah /etc/init.d/networking restart.
5.) Kemudian cek IP address dengan mengetikkan perintah ip a. dan jika berhasil maka tampilannya akan seperti gambar di bawah ini.
6.) Kemudian install package apache2. Sebelumnya pastikan terlebih dahulu repository sudah mengarah ke DVD binary 1.
Install apache2 dengan mengetikkan perintah apt-get install apacahe2.
jika ada pertanyaan y/n, tekan tombol y kemudian enter.
7.) Jika sudah selesai, kita beralih ke komputer client. Setting ip address nya terlbih dahulu.
8.) Kemudian coba PING dari client ke server jika berhasil maka tampilannya akan seperti gambar di bawah ini.
9.) Selanjutnya buka web browser, kemudian ketikkan alamat IP address server, jika tampilannya seperti gambar dibawah ini itu artinya proses instalasi web server telah berhasil.
10.) Selanjutnya kita coba untuk mengubah tampilannya dengan mengedit file index.html, kita beralih ke komputer server lagi.
11.) Masuk ke directory /var/www/html terlebih dahulu dengan mengetikkan perintah cd /var/www/html
11.) Kemudian hapus file index.html yang sudah ada sebelumnya dengan mengetikkan perintah rm index.html
12.) Selanjutnya kita buat lagi file index.html sesuai yang kita inginkan, ketikkan perintah nano index.html

Kemudian ketikkan perintah html berikut:
<html>
<head>
    <title>Naffaza</title>
</head>
<body>
  <h1>Selamat Datang di Website NAFFAZA</h1>
  <p>Website ini berisi materi dan tutorial di jurusan TKJ</p>
</body>
</html>

Jika sudah mengkonfigurasi, kemudian simpan dengan menekan tombol Ctrl+O dan keluar dari konfigurasi dengan menggunakan tombol Ctrl+X.

13.) Kemudian jangan lupa untuk me restart setiap kali selesai konfigurasi dengan mengetikkan perintah /etc/init.d/apache2 restart.
14.) Kita cek lagi di komputer client kemudian masuk ke web browser. Dan bisa kita lihat bahwa tampilan web nya sudah berubah sesuai yang kita buat tadi.

Kamis, 03 September 2020

Tugas ASJ 003 - Instalasi Debian 9

 Tahap-tahap instalasi debian 9 VirtualBox  :


1. Pertama buka Oracle VM VirtualBox.

2.Tampilan awalnya seperti ini, lalu klik.

3. Isikan nama sistem operasi yang akan di instal (Debian 9), untuk tipe-nya Linux. Karena kita akan menginstal Debian 9 yang 32 bit kemudian Lanjut seperti gambar di bawah ini.

4.Kemudian kita akan menentukan ukuran memori virtualnya, saya menggunakan memori sebesar 512MB, klik Lanjut.

5. Kemudian kita akan masuk ke pembuatan hardiskn virtual, kita pilih Create a virtual harddisk now lalu klik Buat.

6. Selanjutnya kita akan masuk ke pemilihan tipe harddisk virtual, pilih VDI (Virtual Disk Image) klik Lanjut.

7.Kemudian pilih Dinamically allocated lalu klik Lanjut.

8. Selanjutnya kita akan disuruh untuk menentukan lokasi dan ukuran berkas, Untuk tahap ini kita simpan lokasi nya sesuai keinginan kita,menentukan dengan ukuran hardisk  yaitu 20,00 GB, lalu klik Buat.

9. Di tahap ini kita sudah selesai membuat sebuah mesin virtual baru, kemudian kita akan melakukan setting pada mesin virtual tersebut. Klik pada mesin virtual yang kita buat tadi kemudian pilih Pengaturan.

10. Pilih tab SYSTEM,lalu centang ENABLE IO APIC.

11. Pilih tab Penyimpanan , dan klik pada Pengendali IDE , klik di logo CD yang betuliskan Kosong. Kemudian pada bagian sebelah kanan di atribut Optical Drive klik logo CD lalu klik Choose Virtual Optical Disk File. Disini kita diminta memasukan tipe dari master sistem operasi yang akan digunakan. Dalam hal ini kita mengggunakan ISO file untuk instalasi Debuan Linux nya. Maka kita klik pada gambar CD lalu browser dimana file ISO debian kita simpan dan klik Open.

12. Pada Tab NETWORK,pada bagian “Attached to” pilih Bridge Adapter,lalu klik pilihan advanced pada bagian “Prosmicuous Mode” pilih Allow All.setelah selesai klik OK

13. Pada jendela utama virtualbox, kita klik Debian yang tadi kita buat klik Mulai untuk memulai instalasi.

14. Selanjutnya akan muncul seperti dibawah ini kita pilih Install dan Enter.

15. Tunggu sampai proses booting selesai, maka akan tampilan seperti ini, pilih bahasa kalau anda memilih bahasa indonesia tidak apa-apa tapi saya sarankan agar memilih bahasa Inggris agar kita cepat memahami perintah-perintah dalam bahasa inggris, kemudian tekan Enter.

16. Kemudian masuk untuk memilih area country, Kemudian tekan Enter,

17. Saat menu Contient or Region,pilih Asia

18. Saat menu Country, Territory or Area pilih Indonesia

19. Saat menu “Country to base default locale setting on” pilih United States

20. Saat menu “Keymap to use” pilih American English

21. Saat proses waiting pada setelan network,pilih cancel/tekan enter saat proses setelan network

22. Saat menu “Configure the Network” pilih Configure network manually

23. Saat menu “IP address” isilah ip Address pc kalian.

24. Menu “netmask” isilah sesuai pc kalian.

25. Menu “Gateway” isilah sesuai pc kalian.

26. Menu “Name Server addresses” isilah ip address pc kalian.

27. Menu “Hostname” isilah nama kalian.

28. Menu “Domain name” isilah nama kalian.

29. Menu “Root password” isilah terserah kalian.

30. Menu “Re-enter password to verify” isilah password yang tadi.

31. Menu “Full name for the new user” isilah nama kalian.

32. Menu “username for your account” isilah nama kalian.

33. Menu “Choose a password for the new user” isilah terserah kalian.

34. Menu “Re-enter password to ferify” isilah password sebelumnya.

35. Menu “Select city in your time zone” pilih yang paling atas.

36. Setelah itu masuk pada tahap selanjutnya yaitu mempartisi hardisk, di situ ada 4 pilihan bisa secara manual bisa juga secara otomatis, kalau saya pilih yang paling atas biasa ngirit waktu soalnya kalau manual banyak langkah-langkahnya, hehehe kemudian tekan Enter, tahap berikutnya tidak perlu di ganti-ganti lagi jadi tekan Enter.

37. Menu “partitioning scheme” pilih yang paling bawah,

38. Tekan enter pada finish partitioning,

39. Pilih yes,

40. Pada tahap berikutnya akan ada perintah ” Scan another CD or DVD ” pilih No kemudian tekan tombol Enter.

41. Selanjutnya untuk ” Network Mirror ” pilih No juga kemudian Enter.

42. Tahap selanjutnya sama saja dengan langkah ke-39 dan 40, pilih No kemudian Enter, tunggu proses sampai selesai.

43. Pilih sosftware yang akan di instal, dipilih semua juga tidak apa-apa tapi untuk mempersingkat waktu pilih system standar/ standart system saja. Kalau kamu ingin tampilan debian berbasis GUI pilih juga Dekstop Environment dengan menekan (spasi), Setelah itu untuk melanjutkan tekan enter,

44. Install boot loader GRUB pada master boot record kita pilih Ya.

45. Menu ” Device for boot loader instalation” pilih yang bawah.

46. Akhirnya setelah lama menunggu selesai juga, kemudian tinggal tekan Enter aja, Mesin akan merestart sendiri.

47. Debian V.5 siap digunakan, tinggal masukin username dan passwordnya.

Kamis, 27 Agustus 2020

Tugas ASJ 002-Instalasi Debian 8 di VirtualBox

 1). Apa itu virtual box?

Adalah aplikasi open source yang berkaitan dengan Virtualisasi,Virtualisasi yang dimaksud adalah membuat mesin PC virtual yang bisa berjalan secara independen di atas sistem operasi utama. Segala bentuk hardware yang berkaitan dengan mesin virtual semuanya disimulasikan oleh host pc. Sehingga semua sumber daya perangkat keras tidak bisa melebihi sumber daya aslinya.


2).Tahap tahap instalasi Debian 8 sk virtualbox.

1.Install VirtualBox terlebih dahulu.

2.Buka VirtualBoxnya.

3.Klik menu "Baru"

4. Masukkan Nama Mesin yang akan di buat, Tipe OS pilih "Linux" dan Versi OS pilih "Debian64 Bit jika OS anda adalah OS 64bit/Debian32 Bit jika OS anda adalah OS 32bit.

5. Masukkan jumlah RAM untuk Mesin Virtual anda, Defaultnya adalah 1024MB.

6. "Buat hard disk virtual sekarang" 

7.Tipe berkas Hard disk disarankan Pilih "VHD (Virtual Hard Disk)"

8.Setelah itu pilih "Dialokasikan secara dinamik" 

9.Masukkan Ukuran Hard Disk .

10. Setelah itu klik Mesin Virtualnya lalu klik "Pengaturan", disini kita akan mengubah settingan jaringan dan memasukkan DVD Debiannya.

11.Masuk ke menu "Sistem" dan naikkan Boot via Optik ke paling atas menggunakan tanda panah ke atas yang ada disamping Urutan Boot.

12. Sekarang masuk ke menu "Penyimpanan" untuk memasukkan DVD 1 Debian 8. Dibagian "Pengendali: IDE" ada bergambar CD kalian klik lalu dibagian Drive Optik klik yang bergambar CD juga lalu pilih "Pilih Berkas Disk Optik Virtual..." lalu masukkan DVD 1 Debian 8 yang sudah anda download sebelumnya.

13.Lalu masuk ke menu "Jaringan" dan fungsikan Adaptor 1 untuk "Adaptor Hanya-host", dan dibagian nama pilih "VirtualBox Host-Only Ethernet Adapter" lalu klik OK

14.Setelah itu mulai Mesin Virtual anda, Tunggu hingga muncul opsi Install Debian.

15.Klik "Install"

16.Pilih Bahasa yang akan digunakan, Saya memilih "Bahasa Indonesia", lalu tekan "Enter"

17.Akan ada Konfirmasi pemilihan Bahasa, pilih "Ya" 

18.Pilih Negara, Kawasan atau daerah, cari dan pilih "Indonesia" 

19.Peta Keyboard pilih yang "Inggris Amerika"(Default)  

20.Tunggu hingga proses selesai

21.Jika ada pemberitahuan Pengaturan otomatis jaringan telah gagal hiraukan saja, pilih "Lanjutkan" 

22.Pilih "Jangan mengatur jaringan saat ini", lalu tekan "Enter"  

23.Isikan nama host yang akan digunakan, Contoh: Hostze, Debian, Najib, terserah bisa nama kamu atau nama komputer yang akan digunakan, setelah itu pilih "Lanjutkan" 

24.Masukkan Password Root anda, akan ada 2 password saat instalasi awal Debian, yaitu Password root dan password user. disini saya isikan pass untuk roootnya: 123, lalu klik "Lanjutkan". 

25.Lalu isikan lagi password rootnya untuk verifikasi password, setelah itu klik "Lanjutkan"

26.Masukkan Nama Lengkap Pengguna, lalu "Lanjutkan"

27.Masukan Nama Pengguna untuk, ini untuk login sebagai user harap diingat

28.Masukkan kata sandi untuk pengguna.

29.Masukkan kembali passwordnya untuk Verifikasi, dan "Lanjutkan"

30.Pilih zona Waktu anda, lalu tekan "Enter"

31.Tunggu hingga proses selesai

32.Sampai di menu Partisi, disini untuk yang masih awal untuk pembagian partisi saya menyarankan untuk memilih "Terpandu -- Gunakan seluruh Harddisk"

33.Lalu pilih Harddisk yang akan di partisi secara otomatis, lalu tekan "Enter"

34.Pilih "Semua berkas di satu partisi", tekan "Enter

35.Pilih "Selesai mempartisi dan tulis perubahan-perubahannya ke hard disk", dan tekan "Enter"

36.Pilih "Ya" untuk melanjutkan proses instalasi

37.Tunggu hingga proses instalasi selesai

38.Akan ada opsi untuk memindai CD atau DVD lain, pilih "Tidak"

39.Akan ada opsi untuk menggunakan suatu jaringan cermin, pilih "Tidak"

40.Tunggu hingga proses selesai

41.Akan ada Opsi "Berpartisipasi dalam Survey Penggunaan paket Debian" ini adalah pilihan anda, namun saya memilih "Tidak"

42.Nah disini kita akan disuruh memilih untuk menginstall perangkat lunak yang diinginkan, saya akan uncheck "Debian Desktop Environment" karena saya tidak ingin menginstall Debian GUI, saya ingin install Debian CLI tanpa layar Desktop.

43. Lalu "Lanjutkan"

44.Tunggu Hingga Proses Instalasi Selesai

45.Pilih "Ya" untuk memasang boot loader GRUB

46.pilih Harddisk virtual anda, lalu tekan "Enter"

47.Tunggu hingga proses instalasi GRUB selesai

48.Instalasi Selesai, pilih lanjutkan

49. dilanjutkan mesin virtual anda akan merestart dan memboot sendiri ke OS Debian anda, dan juga CD anda akan tereject otomatis jika di Virtual Box.

50.Selesai.

Kamis, 06 Agustus 2020

Tugas ASJ 001-Sistem Operasi Jaringan

GUI DAN CLI

GUI (Graphic User Interface)
merupakan antarmuka pada sistem operasi atau komputer yang menggunakan menu grafis guna mempermudah para penggunanya untuk berinteraksi dengan komputer atau sistem operasi.
Kelebihan GUI :
1. Tidak membosankkan
2. Tampilannya yang menarik
3. Tidak perlu mengingat baris dan perintah
Kekurangan GUI :
1. Membutuhkan spesifikasi yang cukup
2. Memungkinkan loading yang lambat
3. Mudah terkena virus
CLI (Command Line Interface)
adalah antarmuaka pada sistem operasi atau komputer yang menggunakan menu baris perintah atau text atau ketikkan dari keyboard untuk berinteraksi dengan sistem operasi atau komputer tersebut.
Kelebihan CLI : 
1. Loading Cepat
2. Akurat
3. Hanya membutuhkan spsefikasi hardware yang rendah
Kekurangan CLI :
1. Tidak menarik
2. Memobosankan karena hanya melihat hitam dan putih saja
3. Harus mengingat baris dan perintah

OPEN DAN CLOSE SOURCE
1. Open Source
Open Source adalah perangkat lunak dimana kode program terbuka dan disediakan oleh pengembangnya secara umum agar dapat dipelajari, diubah atau dikembangkan lebih lanjut dan disebar luaskan. Jika ada pembuat perangkat lunak yang tidak mengizinkan kode programnya diubah atau dimodifikasi, maka bukanlah disebut sebagai open source walaupun kode program dari perangkat lunak tersebut tersedia. Beberapa kelebihan dan kekurangan dari open source:
Kelebihan:
1.Banyak tenaga (SDM) yang berperan mengerjakan proyek.
2.Kesalahan (bugs, error) lebih cepat ditemukan dan diperbaiki.
3.Kualitas hasil lebih terjamin karena komunitas melakukan evaluasi.
4.Lebih aman
5.Hemat biaya
6.Tidak mengulangi development
Kekurangan:
1.Kurangnya SDM yang dapat memanfaatkan open source.
2.Tidak adanya proteksi terhadap HAKI
Contoh Sistem operasi yang termasuk Open Source adalah:
•Ubuntu
•Red Hat,
•Mandriva
•CentOS
•Android
2. Close Source
Close Source adalah Sistem operasi yang codenya tidak dibuka untuk umum, pemilik code yang close source bisa membagi source codenya melalui lisensi dengan gratis maupun membayar.
Kelebihan:
•Kestabilan sistem terjamin karena ada penangung jawab resmi.
•Support langsung dari pemilik aplikasi /program.
•Mudah mendapatkan sertifikasi.
•Lebih mudah digunakan / dipelajari / dipahami karena mayoritas pengguna menggunakannya ( pada daerah tertentu ).
Kekurangan:
•Tidak ada support khusus / langsung dari pembuat (developer).
•Sulit untuk mendapatkan sertifikasi.
•Pengembangan terbatas.
•Diperlukan antivirus.
•Aplikasi umumnya tersedia berbayar.
Contoh Sistem operasi yang termasuk Close Source adalah:
•Microsoft Windows XP
•Microsoft Windows Vista
•Microsoft Windows 7
•Microsoft Windows 8
•Microsoft Windows 8.1
•Microsoft Windows 10

PENGERTIAN DEBIAN
Debian adalah sistem operasi berbasis open source yang di kembangkan secara terbuka oleh banyak programer sukarelawan yang ingin mengembakan debian. Sistem operasi debian adalah gabungan dari perangkat lunak yang dikembangkan dengan lisensi GNU, dan utamanya menggunakan kernel linux, sehingga lebih suka di sebuat dengan nama Debian GNU/Linux. Sistem operasi ini yang mengunakan kernel linux yang merupakan salah satu distro linux yang populer dengan kesetabilannya. Rata-rata distro turunan dari debian adalah yang paling banyak digunakan di dunia, contoh  seperti : Ubuntu, Linux Mint, dan Bactrack.

Fungsi Debian Server
Fungsinya bisa sebagai server jaringan atau pengatur proses jaringan seperti router, repeater dan yang lainnya selain itu (Operating System) OS debian juga terkenal dengan kesetabilannya di banding dengan distro linux yang lainnya OS debian lebih stabil, jadi kita bisa memakai atau memaksimalkannya dengan pc atau laptop yang spesifikasinya low atau rendah.  OS debian juga berfungsi untuk Troubleshooting dalam arti bisa mendeteksi kesalahan yang ada pada hardware, software maupun dari netwok/jaringan.

MACAM FILE SYSTEM
File System adalah sebuah metode untuk memberi nama pada berkas dan meletakkannya pada media penyimpanan.Contoh dari sistem berkas termasuk di dalamnya FAT, NTFS, HFS dan HFS+, EXT2, EXT3, ISO 9660, ODS-5, dan UDF.
Berikut ini adalah beberapa macam File System :
1. File System Windows
•FAT16 (File Allocation Table)
FAT16 adalah sistem berkas yang menggunakan unit alokasi yang memiliki batas hingga 16-bit, sehingga dapat menyimpan hingga 216 unit alokasi (65536 buah). Sistem berkas ini memiliki batas kapasitas hingga ukuran 4 Gigabyte saja. Ukuran unit alokasi yang digunakan oleh FAT16 bergantung pada kapasitas partisi yang akan hendak diformat.
Kelebihan :
FAT16 adalah sebuah file system yang kompatibel hampir di semua Operating System baik itu Windows 95/98/me, OS/2 , Linux dan bahkan Unix.
Kekurangan :
FAT16 mempunyai kapasitas tetap jumlah cluster dalam partisi, jadi semakin besar Harddisk maka ukuran cluster akan semakin besar, artinya file sekecil apapun tetap akan memakan 32Kb dari harddisk. Hal jelek lain adalah FAT16 tidak mendukung kompresi, enkripsi dan kontrol akses dalam partisi.
•FAT32
FAT32 mulai di kenal pada tahun 1976 dan digunakan pada sistem operasi Windows 95 SP2, dan merupakan pengembangan lanjutan dari FAT16. Karena menggunakan tabel alokasi berkas yang besar (32-bit), FAT32 secara teoritis mampu mengalamati hingga 232 unit alokasi (4294967296 buah). Meskipun demikian, dalam implementasinya, jumlah unit alokasi yang dapat dialamati oleh FAT32 adalah 228 (268435456 buah).
Kelebihan :
FAT32 menawarkan kemampuan menampung jumlat cluster yang lebih besar dalam partisi. Selain itu juga mengembangkan kemampuan harddisk menjadi lebih baik dibanding FAT16.
Kelemahan :
Namun FAT32 memiliki kelemahan yang tidak di miliki FAT16 yaitu terbatasnya Operating System yang bisa mengenal FAT32.File system FAT32 juga tidak mampu menampung single file berukuran 4gb atau lebih. Tidak hanya itu, beberapa orang berpendapat bahwa filesistem FAT32 ini lebih mudah terfragmentasi dibanding NTFS, jika fragmentasi meningkat, tentu performa akan turun.
2. File System LINUX 
•EXT 2
EXT2 merupakan jenis file system yang ampuh di sistem operasi linux. EXT2 juga merupakan salah satu file system yang paling ampuh dan menjadi dasar dari segala distribusi linux.
Kelebihan :
Maksimum ukuran file yang didukung oleh EXT2 adalah 2 Terabyte, dan volumenya bisa mencapai 4 Tb. Nama file bisa mencapai 255 karakter. Juga mendukung file system linux user, groups, dan permision (POSIX) dan juga mendukung kompresi file.
Kelemahan
Ketika Shut down secara mendadak membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk recover kembali.
•EXT3
Kelebihan : 
Integritas data, EXT3 menjamin adanya integritas data setelah terjadi kerusakan atau "unclean shutdown". EXT3 memungkinkan kita memilih jenis dan tipe proteksi dari data.
Kecepatan menulis data lebih dari sekali, EXT3 mempunyai throughput yang lebih besar daripada EXT2 karena EXT3 memaksimalkan pergerakan head hard disk. Kita bisa memilih tiga jurnal mode untuk memaksimalkan kecepatan, tetapi integritas data tidak terjamin.
Kelemahan : 
EXT3 tidak memiliki beberapa fitur desain yang lebih baru, seperti luasan, alokasi dinamis inode, dan suballocation blok Ada batas-direktori 31.998 per satu sub direktori., Berasal dari batas atas 32.000 link per inode. EXT3, seperti filesystem Linux terbaru, tidak dapat fsck-ed sementara filesystem dipasang untuk menulis. 
•EXT4
Kelebihan
Performance yang lebih baik dan peningkatan kemampuan. Filesystem EXT4 juga meningkatkan daya tampung maksimal file system ke 1 exabyte dan mengurangi wktu yang diperlukan untuk melakukan pengecekan hardisk (fsck yang mana pada Filesystem EXT3, setiap 20 30 kali mount). File system EXT4 memiliki keunggulan performance yang significant dalam menulis dan membaca file berukuran besar.
Kelemahan :
Penundaan alokasi dan potensi kehilangan data.
•JFS (Journal File System)
JFS adalah system file journaling, JFS memiliki kemampuan yang cepat dan handal, dengan kinerja yang baik secara konsisten dalam berbagai jenis beban, bertentangan dengan file system lain yang tampak nya lebih baik dalam pola penggunaan khusus, misalnya dengan file kecil atau besar. 
•Reiser FS
Kelebihan : 
Secara umum mempunyai kinerja yang lebih tinggi di semua ukuran file (file size). Mengurangi ruang harddisk yang terbuang percuma, tidak ada alokasi inode yang statik, file-file yang kecil di paket bersama dengan file kecil yang lain.
Kelemahan : 
Belum sempurna jika dipasang di partisi / atau /boot (karena LILO - Linux Loader tidak sepenuhnya mendukung file system ini) dan yang kedua adalah belum mendukung 
sistem quota user. 
3. File Sistem Solaris 
•ZFS (ZettaByte File Sistem)
Fitur-fitur didalam file sistem ZFS: 
1. Memiliki kemampuan pemeriksaan integritas data yang menyeluruh menggunakan mekanisme checksum dan transactional copy-on-write yang canggih
2. Merupakan satu-satunya file system 128-bit yang dapat menampung data dengan kapasitas hampir tidak terbatas, mampu menangani skala yang besar, compression built-in, serta fasilitas snapshot dan clone yang canggih. 
3. Proses checking filesystem yang cepat apabila terjadi proses force reboot ataupun power failure. 
•UFS (Unix File Sistem)
UFS adalah file system yang tergantung pada jumlah ruang kosong disk.Cara kerja file sistem UFS adalah menangani update. ketika mengubah file dan di simpan ke disk, data baru akan menggantikan data lama. Bila ada penghapusan file, UFS meng-update direktori secara langsung. Di sisi lain, menulis pembaruan kepada jurnal terpisah, atau file log.
•VxFS (Veritas File Sistem)
Veritas Filesystem (VxFS) adalah sejauh mana berbasis, maksudnya VxFS diarahkan untuk lingkungan Unix yang membutuhkan kinerja tinggi dan ketersediaan dan menangani sejumlah data yang basar. 
Fitur-fitur dari VxFS: 
· Luas berbasis alokasi 
· tingkat atribut 
· File sistem pemulihan cepat 
· Online administrasi 
· Online backup 
•QFS (Quick File Sistem)
QFS adalah file sistem open source dari Sun Microsystems. Hal ini terintegrasi dengan SAM, Storage dan Manajer Arsip, dan karenanya sering disebut sebagai SAM-QFS.
4. File Sistem CRHOME
API HTML5 File Sistem
Perubahan ini sejalan dengan update terbaru untuk spec keseragaman dari interface. Berikut adalah perubahan-perubahan penting: 
· Pelaksanaan pada disk, sehingga tidak dapat melihat file sistem di bawah direktori profil lagi.
· Semua data pengguna yang ada secara otomatis pindah ke dalam sistem baru pada akses file sistem pertama setelah upgrade.
Masalah yang diketahui: 
· Ada bug dalam daftar direktori yang ditampilkan dalam file yang semua ukurannya 0. 
· Pindah direktori tanpa mengubah nama, memindahkan direktori ke salah satu
5. File Sistem Mac OS X 
HFS Plus (Hierarchical File Sistem Plus)
MacOS X menggunakan file sistem HFS Plus yang merupakan turunan dari Mac OS klasik yaitu HFS Plus. HFS Plus adalah file sistem yang kaya metadata dan case preserve, karena Mac OS X memiliki root milik Unix, aturan Unix juga ditambahkan dalam HFS Plus. Versi terbaru dari HFS plus menambahkan journaling untuk mencegah kerusakan pada struktur file sistem dan mengenalkan sejumlah optimasi dalam hal algoritma alokasi dalam usaha untuk memecah file secara otomatis tanpa membutuhkan defragmenter luar.HFS Plus memiliki tiga macam link: Hard Link seperti pada Unix, Link simbolis Unix, dan alias. Alias didesain untuk menangani link ke file asli meski file tersebut telah dipindah ataupun diubah namanya.

PARTISI PADA SISTEM OPERASI LINUX
TIPE PARTISI PADA LINUX
PARTISI PRIMARY
Jenis partisi ini merupakan jenis partisi utama diharddisk untuk system operasi umumnya. Partisi primary hanya bisa dibuat maksimal 4 partisi, hal ini sangat berbeda dengan sistem DOS yang hanya mengijinkan satu jenis partisi primary untuk system. Jenis partisi ini menempati nomor partisi 1, 2, 3 dan 4. Misalnya harddisk sda bisa dibuat sda1, sda2, sda3 dan sda4.
PARTISI EXTENDED
Merupakan partisi perluasan untuk mengatasi kekurangan partisi primary dimana hanya dimunkinkan adanya 4 partisi. Jika ingin memiliki partisi lebih dari 4 maka partisi extended dibutuhkan yaitu dengan cara mengorbankan satu jenis partisi primary kemudian digunakan oleh partisi extended.

PARTISI LOGICAL
Jenis partisi logical selalu dibuat didalam partisi extended. Nomor partisi selalu mulai dari 5 sampai seterusnya. Misalnya ada 3 jenis partisi logical di sda maka masing-masing menempati sda5, sda6 dan sda7.
JENIS PARTISI PADA LINUX 
•root (/)
Partisi root (dilambangkan dengan "/"), Partisi root ( / ) digunakan untuk menginstall sistem Linux, hampir sama dengan sistem windows yang biasanya ditaruh di drive C
•/swap
Partisi SWAP digunakan sebagai tambahan memori ketika RAM tidak mencukupi ketika sistem menjalankan suatu program. Besarnya Partisi SWAP biasanya 2x ukuran RAM. Jadi jika RAM yang kita gunakan adalah 1GB maka besarnya Partisi SWAP adalah 2GB.
•/home
Partisi /home diperlukan untuk menghindari kehilangan data saat sistem anda crash dan perlu di-reistalasi. Kondisi seperti diatas diasumsikan hardisknya hanya digunakan untuk satu OS (linux). Anda bisa mempergunakan file sistem Linux ataupun file sistem Windows untuk partisi ini. Partisi /home selain digunakan untuk tempat penyimpanan data User juga digunakan oleh beberapa program untuk meletakkan file konfigurasinya. Sesuaikanlah ukuran partisi /home dengan kapasitas harddisk.
•/boot
Partisi boot digunakan untuk menyimpan file boot loader dan semua images dari kernel. Besar partisi untuk boot biasanya mempunyai nilai minimum 100MB.
•/usr
Partisi /usr digunakan untuk menyimpan semua file binari dari linux yang diinstal, maka dari itu harus diberi ukuran yang cukup besar.
•/chroot
Partisi ini digunakan untuk menyimpan komponen dari chroot,biasanya dibuat pada linux yang akan digunakan sebagai DNS server.
•/cache
Partisi cache digunakan untuk menyimpan cache dari proxy server, misalnya squid. Jika linux tidak digunakan sebagai proxy server, bisa diabaikan.
•/var
Partisi /var digunakan untuk menyimpan log file system, yaitu menyimpan semua perubahan yang terjadi pada sistem saat sistem berjalan normal.
•/tmp
Partisi ini digunakan untuk menyimpan file temporary.
•/bin
Berisi program yang berisi perintah-perintah yang digunakan oleh user biasa seperti perintah ls (menampilkan isi dari suatu direktori, cd (untuk berpindah direktori).
•/sbin
Berisi program yang berisi perintah-perintah yang digunakan oleh super user seperti ifconfig (menampilkan informasi tentang kartu jaringan / network device yang terpasang pada mesin).
•/opt
Berisi aplikasi yang dapat diakses oleh semua user (hampir sama dengan /usr/sbin/).
•/etc
Secara umum merupakan direktori tempat file konfigurasi berbagai macam service dan program yang terinstall di dalam sistem.
•/mnt
Berisi informasi device yang terpasang (mount) di dalam komputer.

Rabu, 29 Juli 2020

Kopetensi Dasar administrasi sistem jaringan

KD 3.1 Menerapakan sistem operasi jaringan

KD 4.1 Menginstalasi sistem operasi jaringan

KD 3.2 Mengevaluasi DHCP server

KD 4.2 Mengkonfigurasi DHCP server

KD 3.3 Mengevaluasi FTP server 

KD 4.3 Mengkonfigurasi FTP server

KD 3.4 Mengevaluasi Remote server

KD 4.4 Mengkonfigurasi Remote server

KD 3.5 Mengevaluasi file server

KD 4.5 Mengkonfigurasi file server

KD 3.6 Mengevaluasi file server

KD 4.6 Mengkonfigurasi web server

KD 3.7 Mengevaluasi DNS server

KD 4.7 Mengkonfigurasi DNS server

KD 3.8 Mengevaluasi Database server

KD 4.8 Mengkonfigurasi Database server 

KD 3.9 Mengevaluasi Mail server

KD 4.9 Mengkonfigurasi Mail server

INSTALASI DAN KONFIGURASI SQUIRRELMAIL PADA DEBIAN 8

INSTALASI DAN KONFIGURASI SQUIRRELMAIL PADA DEBIAN 8 Untuk menginstallnya pada Debian Server 8 :  1. Install terlebih dulu squirrelmail. 2. ...